Thursday, May 16, 2013 0 comment(s)

Sakit Yang Kuperjuangkan



Dear my loyal readers,
Bulan-bulan ini, sebenarnya adalah bulan dimana gue (seharusnya) menikmati liburan panjang. Ya, gue sudah terbebas dari berbagai kesibukan dan rutinitas yang biasa gue jalani. Tapi, semua ekspektasi dan angan-angan gue tentang liburan yang bakal damai, tentram dan asik tidak terealisasikan.

Ya, gue lagi menunggu. Tetap setia menunggu, dan akan terus seperti itu. Menunggu ini, beda dari menunggu yang lain. Bukan, gue bukan lagi nunggu ditembak gebetan. Gue nunggu…………….hasil Ujian Nasional. Anda benar, Ujian Nasional yang beberapa minggu belakangan ini sering muncul di televisi karena berbagai kekacauannya itu sudah berakhir. Tapi tidak bagi hasilnya. Hasilnya baru bisa gue tahu awal bulan depan. Selama nunggu, gue terus menerus bertanya-tanya pada Tuhan, apakah hasilnya nanti akan menjadi representasi dari hasil usaha gue selama ini. Gue gak tau.

Dan, ya, Menunggu itu Menyebalkan.

Sama seperti menunggu-menunggu yang lainnya, menunggu diberi kepastian juga menyebalkan. Perasaan digantungin dan perasaan penasaran terus-menerus muncul.
Pertanyaan-pertanyaan seperti “Dia kapan nembak ya?” atau “Tanggal yang pas buat nembak tanggal berapa ya?” atau bahkan “Ukuran dadanya berapa ya?”  akan silih berganti bermunculan. 

Menunggu apalagi setelah menunggu ditinggalkan itu lebih menyebalkan. Dan menyakitkan, tentunya. Sama seperti ketika gue charge handphone gue dan gue tinggal. Setelah 2 jam, gue berharap battery handphone gue penuh, tapi yang ada malah menerima kenyataan bahwa; charger rusak dan battery low. Sakit. Banget.

Ngomong-ngomong soal gantung-menggantung, ternyata gak hanya dilakukan kaum Adam. Salah besar kalo semua pelaku penggantung atau pemberi harapan palsu adalah cowok. Sekali lagi, gue bilang itu salah.

Cewek juga berpotensi menggantung perasaan gebetan. Apalagi kalo gebetannya: malu nembak. Sama seperti yang dialami temen gue. Gak tau cowoknya yang malu nembak atau ceweknya yang ilfeel dan udah nemuin yang baru. Intinya, mereka gagal jadian.

Saran gue sih, daripada malu nembak atau ilfeel duluan, mending kalian urungkan niat buat pacaran. Karena pacaran gak semulus paha girlband
Pasti ada banyak hal yang menyakitkan. Ujung-ujungnya berantem atau bahkan bisa putus. Akhirnya hanya ada penyesalan dan kemarahan. Dan galau juga tentunya. #JombloNyariTemen

Coba deh lo berkaca pada temen-temen lo yang sering kotorin Timeline yang isinya hanya galauin kenangan bersama mantan.

Emang sih, kenangan itu sulit dilupakan. Tapi “kebiasaan” lebih sulit lagi untuk dilupakan.
Sama kayak gue, biasanya tiap pagi gue bangun, mandi dan siap dengan seragam sekolah dan siap untuk bertemu gebetan, sorry, maksud gue bertemu guru di sekolah. Atau kebiasaan diucapkan “selamat pagi, cantik. Have a nice day” setiap pagi, atau diingetin “kamu udah makan belum? Jangan lupa makan ya, aku gak mau liat kamu sakit” kalo belum makan atau diucapkan “Get Well Soon, sayang. Obatnya diminum yah, biar cepet sembuh.” sama mantan.. Masih inget rasanya gimana?

Tapi, kebiasaan-kebiasaan dan kenangan-kenangan itu telah pergi bersama rasa cuek dan jutek.

One thing that you have to remember, masih banyak kok kenangan-kenangan dan kebiasaan-kebiasaan baru di depanmu.

Anehnya, bagaimanapun “menyebalkan” dan “menyakitkannya” rasa yang manusia terima dan bahkan kita sudah tau nanti akan “sakit”, manusia tidak akan pernah kapok untuk memperjuangkan cintanya. For me, that’s the power of love.

Semuanya, tergantung bagaimana hati dan pikiran kita yang memilih. Intuisi, logika dan perasaan manusia pasti akan peka terhadap semua permasalahan atau pilihan-pilihan yang dihadapi. 
Tinggal bagaimana kita yang menyikapinya. Dan jangan lupa untuk rutin berkonsultasi pada Sang Maha Cinta dan Maha Penguasa, Tuhan.

Thanks for being my inspiration in this post:
Adi Pramudiana, Aditya Yuda, Ariq Athallah, Egi Alfirza, Fian Febry, Sahisnu Wanditadiva, Ghina Pasha, and Della (my loyal readers on somewhere who idk).
Thanks for my loyal readers, I always wait your request.
READ MORE - Sakit Yang Kuperjuangkan
Wednesday, May 15, 2013 0 comment(s)

Serba - Serbi Cerita Remaja



Mikum.
Gue balik lagi nih, kebetulan minggu ini gue lagi banyak ide-ide dan konsep-konsep baru. Termasuk selesai-in draft buku gue. Doain gue, semoga selama liburan gue bisa nemu penerbit yang “kasihan” sama gue dan mau nerima script-scrip absurd ini.
Disini gue mau bahas beberapa hal seputar kisah remaja. Lebih tepatnya sih kisah cinta. Ya meskipun gue gak tau arti cinta. Bahkan, gue gak tau alasan kenapa gue jatuh cinta. Menurut gue, cinta itu tidak butuh alasan, karena cinta itu sendiri adalah alasan.
Butuh lebih dari satu minggu untuk kumpulin konsep ini sampe bikin satu postingan ini. Lama juga ya. Iya, emang otak gue agak gesrek akhir-akhir ini, jadi agak lemot gitu.
Kisah cinta remaja memang penuh warna, karena itu masa transisi dari cinta monyet menjadi -> cinta manusia. Kenapa cinta manusia? Karena gue gak berani bilang “cinta sejati”, karena gak ada cinta yang gak kadaluarsa.
Warna-warna kisah remaja (terutama yang labil dan alay, kayak gue) gampang banget kita lihat di Media Sosial dan Jejaring Sosial. Dan gue membaginya ke dalam beberapa hal:


1.      Digantungin
Ya, banyak remaja (apalagi cewek) menjadi korban harapan kosong. Ntah cowoknya yang kampret atau ceweknya yang ke-ge-er-an, gue gak tau. Yang jelas istilah PHP atau Pemberi Harapan Palsu itu akhir-akhir ini menjadi trendsetter, sampe gue berpikir dibilang PHP itu keren. Terkesan gaul gitu.
Balik lagi, fenomena digantungin memang sering terjadi. Baru dibayangin aja rasanya udah sakit. Ya, digantungin itu sakit. Fenomena ini ada beberapa alasan, contohnya:
-        Cowoknya malu nembak.
-        Ceweknya terlalu ke-ge-er-an
-        Salah satu pihak menemukan “yang baru”.
-        Salah satu pihak tidak ada rasa, namun takut kehilangan. Akhirnya “kakak-adekan” tanpa pacaran.

Kalo udah gini, biasanya korbannya ngetweet “I have died everyday waiting for you.” atau “hukuman gantung udah diganti hukuman tembak, tapi hubungan kita gantung dan aku gak ditembak-tembak.


2.      Gagal move-on
Fenomena yang SERING banget terjadi. Biasanya, sehabis ada yang putus, Timeline gue berisi ababil galau yang mungkin gak tau mau curhat sama siapa dan akhirnya menumpahkan suara hatinya di Social Media. Gue heran, orang yang galau gitu biasanya ada aja kalimat puitis yang bisa ia ciptakan. Percaya sama ilham..
Gagal move-on adalah sebuah fase dimana seseorang belum mau memindahkan hatinya dari hatinya yang lama untuk mencari hatinya yang baru. Gagal Move-on ini akan berlanjut pada fase “Galau”. Pasti-lah orang yang sehabis putus dan teringat-ingat mantan akan terus terbayang-bayang. Apalagi sang mantan terus menerus muncul, satu sekolah misalnya. Atau bahkan satu kelas. Dan itu akan mempersulit move-on. Setiap ketemu pasti flashback. Setiap ketemu pasti keinget waktu pertama kali dia nembak. Sorry, gak bermaksud menyindir.
Sehabis putus, biasanya ada dua tipe galau:

-        Galau Tragis
Manusia yang mengidap galau tragis, akan selalu terbayang-bayang kenangan masa lalu. Ia lupa bahwa di depannya jalan masih panjang. Ia lupa di depannya banyak kesempatan untuk perubahan. Alhasil, ia terus menerus melihat ke belakang dan berharap untuk bisa jalan mundur. Kebanyakan dari remaja yang galau, mengidap galau tragis. Temen-temen gue juga banyak yang mengidap ini.

-        Galau Eksis
Biasanya cewek cantik atau cowok ganteng yang mengidap galau eksis. Galaunya beda sama Galau Tragis. Kalo ini galaunya: “Duh, gue gue berhasil move-on. Tapi gue galau, gue harus milih siapa yang bakal jadi pelabuhan gue selanjutnya”.
Ya, biasanya cewek cantik sehabis putus udah banyak yang antre.
Saran gue sih, melihat ke belakang itu perlu, tapi janganlah merubah mindset kita. Analoginya seperti naik motor, jalan ke depan dan sesekali melihat ke belakang.
Biasanya, mereka ngetweet “Life Goes On. The world will keep on moving, and I’ll keep on standing.” atau “Maybe I can famous as The Man Who Can’t Be Moved.”


3.       Jomblo Akut
Inilah fenomena paling parah. Akhir-akhir ini memang kaum jomblo sering mengalami penindasan baik secara fisik atau mental. Mereka menjadi didiskreditkan dan mengalami kekerasan emosional dan batin.
Sebenarnya, jomblo itu gak semuanya ngenes. Berdasarkan survey, hanya 70% jomblo yang ngenes. Yang 30%-nya jomblo kesepian.
Manusia itu ada yang pemilih dan ada yang dipilih. Jomblo juga gitu.
Manusia yang dipilih bisa menjadi jomblo karena “Belum Menjadi yang Pas”. Belum ada yang tertarik sama mereka, akhirnya mereka hanya bisa pasrah menjadi seorang jomblo. Ini kasian banget. Ini tidak adil.
Manusia yang pemilih menjadi jomblo karena “Belum Menemukan yang Pas”. Manusia ini punya banyak kriteria untuk bisa menjadi pacarnya. Banyaknya kriteria tersebut yang menyulitkan dia dalam mencari pasangan.
Menurut gue sih, selektif boleh. Tapi jangan terlalu. Kenapa? Karena manusia yang terlalu selektif dengan sendirinya akan sadar dan mengurangi kriterianya hingga pada satu titik akhir ketika kriterianya sisa satu; asal mau. Karena kepentok usia.
READ MORE - Serba - Serbi Cerita Remaja
Saturday, April 13, 2013 0 comment(s)

Hubungan Tanpa Status

Gue kaget ngeliat blog gue ketika mendapati kenyataan bahwa gue udah 4 minggu gak apdet blog absurd ini. Kangen sama tulisan gue yang tengil ini ya? Jangan salahin gue. Salahin jadwal sekolah gue yang super padat dan menguras tenaga, pikiran dan waktu. Apalagi waktu untuk pacaran. #BiarDibilangKeren

Sore ini gue mau nulis sesuatu yang bisa banget bikin gue galau. Apalagi kalo bukan karena faktor Malam Minggu. Mungkin sebagian orang berpendapat kalo "Semakin banyak ngetweet di Malam Minggu, maka semakin ngenes kalian di mata orang." sehingga banyak orang yang "pura-pura gak ngetweet biar dibilang Malam Mingguan". Tapi buat gue, itu salah. Gue gak setuju. Justru, dengan adanya malam minggu ini malah meningkatkan frekuensi gue ngetweet. Apalagi tweet galau.
Karena semakin galau tweet-mu di Malam Minggu, maka semakin banyak retweet yang kau terima. Itu hukum alam.

Pagi tadi, orang gila yang merangkap sebagai teman dan sahabat gue, Didit, minta dibikinin tulisan tentang dia dan hubungan yang sedang dia jalani. Gue jabanin deh, kebetulan secara garis besar kisah berdua kita sama. Biasalah, cowok ganteng emang gitu. Udah, gak usah iri.

Hubungan asmara didit dan gue, (maksudnya hubungan didit dan hubungan gue, bukan hubungan didit-gue) terbatas oleh waktu. Gue gak setuju kalo waktu adalah uang, karena tidak selamanya waktu adalah uang. Kadang, waktu itu kejam, contohnya: waktu ujian. Lebih kejam dari seorang ibu tiri. Ya meskipun lebih kejam jarak sih..

Yang kakak kelas galau mau nyari sekolah yang mana, yang adik kelas galau mau nyari siapa yang dilirikin.
Yang kakak kelas maap-maapan supaya digampangin lulus, yang adek kelas "maapin akuh gak bisa melupakanmuh".
Yang kakak kelas sibuk buletin LJK latihan, yang adek kelas sibuk buletin tekad buat ngerelain.
Yang kakak kelas lagi belajar buat tuntas. Yang adik kelas lagi belajar buat ikhlas.
Yang akak kelas sibuk siapin mental ngadepin soal, adik kelas sibuk siapin mental buat nanti ditinggal.
Kalimat di atas, sungguh kampret.. *ngelap pake tissue*

Sakit memang, ketika sebuah perasaan terhalang oleh sesuatu. Misalnya: jarak atau waktu. Sakit.. Sungguh sakit.
Memang rasa sakit itu sangat dahsyat, namun ada rasa sakit yang lebih menyayat dan sangat kuat.
Ketika perasaan cinta tidak dibarengi dengan rasa memiliki.

Ya, Cinta harus memiliki. Rasa memiliki itu perlu, karena itu nyawa dan hakekat dari cinta itu sendiri. Sedangkan didit? Tidak.. Tidak ada rasa memiliki di antara mereka. Ya meskipun "berasa" punya pacar, namun rasanya sungguh berbeda dengan "beneran" punya pacar. Iya, berbeda.

Tanpa ada hubungan yang jelas, berarti tidak ada hak yang jelas pula.
Mau cemburu, gak ada hak. Mau ngelarang, gak ada hak. Karena kita bukan siapa-siapanya dia. Cemburu itu sakit, dan ini sakit banget. Kenapa? Karena rasa sakit akan bertambah sakit ketika rasa sakit itu terpendam dan tertahan..

Musuh para pelaku HTS: rasa cemburu yang tak bisa di ungkapkan langsung. Dan pertanyaan "Emang kamu siapanya dia?" dan "katanya HTS-an, kok cemburu liat dia sama yang lain?" kalimat itu sungguh kampret.

Sakit banget..

The last, gue mau curhat:
"Pria posesif akan selalu memiliki cara sendiri dalam menanggapi dan menyikapi perilaku Wanita."
READ MORE - Hubungan Tanpa Status
Thursday, March 28, 2013 4 comment(s)

Tips Menghadapi Ulangan di Sekolah

Ayay! Kali ini gue gak mau cerita tentang cinta, gue gak mau cerita tentang galau-galauan, gue juga gak mau ceritain keseharian gue yang ababil. Kali ini gue mau share #TipsAbabil
Gue mau sedikit serius di tulisan ini. Ya, meskipun gue gak bisa serius. tapi gue coba serius. Oke, gue lagi serius. gak usah ketawa!

Oke, berhubung minggu ini gue lagi Ulangan Tengah Semester, dan berhubung para pembaca mungkin lagi gak pengen galau. Maka, gue putuskan buat nulis post tentang "Tips Menghadapi Ujian Sekolah".
Berdasarkan pengalaman pribadi dan temen-temen. Buat yang lagi melewati minggu-minggu ulangan, baca aja deh.

1. Jangan Lupa Persiapan di Rumah
Ini sangat penting, kalian harus mempersiapkan diri di rumah, sebelum berangkat ke sekolah. Persiapannya bisa dilakukan 13 bulan sebelum ujian.
Persiapannya bisa berupa pemanasan ringan, Seperti push up 20x dan sit up 15x. Itu sudah cukup.

2. Sediakan Contekan sebelum Ulangan
Pernah mendengar pepatah "Sedia Payung Sebelum Hujan" kan? Menurut gue, yang tepat adalah "Sedia Contekan sebelum Ujian".
Urusan dipakai atau tidaknya contekan tersebut bukan masalah. Yang penting lo udah persiapannya.
Untuk contekannya usahakan dalam kertas yang kecil, agar mudah disimpan. Contohnya disimpan di kaus kaki atau di dalam rok. Aman.

3. Isi Pulsa Sebanyak-banyaknya
Sama seperti tadi, ini untuk persiapan. Seenggak nya kalo kita mau tanya temen, dan temen kita jauh, kita bisa sms minta jawaban. Bisa juga buat godain pengawasnya, biar pengawas gak fokus. Lo coba sms-an sama pengawasnya, dan mengaku sebagai mantannya. Kemungkinan, pengawasnya hanya fokus sms-an sama lo. Gue pernah melakukan hal ini, gue sama Fahmi sms pengawas dan berpura-pura sebagai mantannya. Ini juga, dijamin aman.

4. Sarapan Secukupnya di Rumah
Usahakan sarapan dulu sebelum ke sekolah, makan makanan bergizi. Makan secukupnya, jangan berlebihan. Jangan kayak gue, selama UTS, gue selalu kebelet berak di sekolah. Hasilnya, gue gak fokus ngerjain soal. Ini serius!

5. Jangan Grogi, dan Jangan Bahas Soal di Sekolah
Ini bahaya, hanya akan membuyarkan pikiran. Jangan terpengaruh apapun. Ingat, Fokus dan Tenang.

6. Bawa Koran Sebanyak-banyaknya dari Rumah
Koran sangat penting buat memperlancar ulangan lo. Tinggal simpan di meja pengawas, dan pengawas pun akan tergoda untuk membaca koran. Alhasil, lo bisa bebas bergerak. Koprol juga boleh, kalo lo bisa.
Ini pernah gue praktekkan. Ketika pengawasnya cowok, gue pasang koran yang headline-nya judulnya "Mawar Dicabuli 3 kali", kalo pengawasna cewek, gue kasih majalah fashion gitu. Gue berhasil. Berhasil bergerak dengan bebas. Dijamin mantap abis.

7. Siapkan Umpan, Koordinasi dengan Teman
Koordinasi dengan teman sangat penting. Tanpa koordinasi bisa bisa gagal. Untuk tips ini, lo bisa koordinasi dengan teman buat menentukan siapa yang jadi umpan di ulangan tersebut. Kalo pengawasnya killer, si umpan bisa mengajak pengawas tersebut ngobrol sampe si pengawas lupa. Jadi anak-anak yang lain bisa bebas mengerjakan soal-soal ulangannya.
Yang ini, pernah gue dan teman gue praktekin. Waktu itu gue masih kelas 8 SMP. Pengawasnya Bu Iis, guru Geografi yang terkenal sedikit galak dan ketat.
Jadi, gue saranin tips ini ke temen-temen gue. Mereka setuju. Dan kelas gue sudah siap dengan umpannya. Begitu pengawas datang, temen temen udah kasih kode. Akhirnya, Bu Iis ngobrol dengan umpan kelas gue sampe ulangan berakhir.
Kabar baiknya, temen-temen kelas gue sejahtera dan makmur hari itu. Bebas mengerjakan. Bahkan hasilnya sungguh memuaskan.

Kabar buruknya, umpannya tersebut adalah gue. Gue terpaksa dijadiin umpan buat ngobrol sama pengawas sampe lupa waktu. Ketika bel berbunyi, temen-temen dengan bahagia menyerahkan lembar jawabannya. Sedangkan gue, baru sadar masih 3 nomor essay belum gue kerjain. Nasib.

Itulah beberapa tips dari gue, semoga bermanfaat. Jangan lupa dipraktekin yaaaa.
Piss Love and Gawl.
READ MORE - Tips Menghadapi Ulangan di Sekolah
Sunday, March 10, 2013 3 comment(s)

Story About Rasa Sayang

Supri, seorang remaja cowok ganteng yang hidup di zaman modern. Supri ini orangnya famous di kalangan teman-temannya, dia ini eksis gitu deh. Segala sisi kehidupannya sering menjadi perbincangan orang-orang. Atau bahasa kerennya trendsetter.

Suatu sore, Supri lagi santai di rumahnya. Sore itu, dia lagi gak ada kerjaan, dia gak tau mau ngapain. Untuk membunuh rasa sepinya, dia iseng membuka akun twitternya. Dan di timeline, nama paling atas yang muncul adalah akun nya Ningsih. Adik kelasnya.

FYI, Supri sebenarnya sudah lama memendam rasa terhadap Ningsih yang imut itu. Supri sudah tertarik sejak mereka bertemu, dan sejak mereka pertama kali ngobrol. Supri merasa Ningsih punya daya tarik yang kuat. Tapi apa daya, Supri hanya bisa menjadi pemuja rahasia.

Supri akhirnya iseng membalas tweet Ningsih yang muncul di timelinenya sambil tersenyum. Beberapa menit kemudian, bunyi handphone nya membangunkan Supri yang mulai mengantuk. Supri terbangun, dan ternyata yang muncul adalah mention balasan dari Ningsih. Supri tersenyum malu, pipinya memerah. Memerah layaknya senja di sore hari.

Dari mention balasan Ningsih itu, Supri merasa Ningsih tertarik dengannya. Dia semakin tersenyum sambil ngiler. Alhasil, rumahnya kebanjiran iler si Suupri. Ibunya marah.

Dari mention iseng tadi, Supri melanjutkan perbincangan dengan Ningsih. Perbincangan-perbincangan mereka, melahirkan perbincangan yang unik. Perbincangan yang bahkan membuat iri bagi mereka yang membacanya. Perbincangan yang masuk ke hati, karena hal yang indah pasti akan membekas di hati.

Perbincangan mereka semakin menjadi-jadi, dan bahkan menjadi kebiasaan. Kebiasaan Supri dan Ningsih. Perbincangan yang menghapus kesepian dan kesendirian yang dialami Supri dan Ningsih. Perbincangan yang menjadi perbicaraan bagi semua orang. Perbincangan yang membuat banyak orang iri dan ingin 'nimbrung', terutama bagi mereka yang jomblo. Dan kebiasaan itu, akan sulit dihilangkan. Menghapus perasaan itu sulit, namun akan lebih sulit menghapus kebiasaan.

Dari ngobrol-ngobrol biasa, Supri mulai ngerasa si Ningsih perhatian dengannya. Mungkin Ningsih juga merasakan hal yang sama. Dari perhatian-perhatian kecil itu, justru membuat mereka semakin nyaman dan memunculkan senyuman-senyuman indah dari bibir mereka. Karena gue percaya sekecil apapun perhatian, jika itu sering dilakukan, akan menjadi candu bagi mereka yang diberi perhatian.

Supri semakin nyaman dengan Ningsih, dari kenyamanan itu malah memperkuat rasa sayang yang tumbuh  diantara keduanya. Supri terjebak dalam lingkaran kenyamanan yang diberi Ningsih. Karena kenyamanan akan membuat manusia terjebak dalam suatu yang sulit untuk dilupakan.

Rasa tertarik Supri, berkembang menjadi rasa suka. Rasa suka Supri, berkembang menjadi rasa sayang. Rasa sayang yang kuat.

Tapi, dengan rasa sayang itu, Supri bingung. Supri bimbang. Supri tak tahu harus gimana. Supri tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Supri terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, ia merasa hanya seonggok butiran debu yang tidak berarti.

Supri sayang dengan Ningsih, Supri ingin menghabiskan waktunya dengan Ningsih. Tapi ada satu hal yang membuat Supri bingung. Beberapa bulan lagi, Supri harus pindah. Supri harus meninggalkan kehidupannya sekarang. Hal ini otomatis membuat Supri harus meninggalkan Ningsih.
Supri sayang dengan Ningsih, hal itu membuat Supri gak mau Ningsih sakit. 

Supri harus jujur, meskipun itu menyakitkan. Karena jika terlalu jauh dan terlalu dalam, itu akan membuat Ningsih sakit hati. Sakit hati yang lebih.
Supri bukan PHP. Dia memberi harapan, karena memang dia sayang. Dengan rasa sayang itu, Supri ingin menjaga perasaan Ningsih.

Tapi, Supri tetap mencoba untuk berada di samping Ningsih. Meskipun bukan sebagai seorang kekasih.
Karena, rasa sayang kita yang sesungguhnya hanya ingin membuat orang yang kita sayang bahagia. Cukup melihatnya bahagia. Bukan memiliki.

The End
===================================================



*Cerita di atas merupakan cerita nyata. Gue rasa, cerita ini bisa menjadi inspirasi readers. Semoga bermanfaat. Terutama untuk para jomblo. :)
READ MORE - Story About Rasa Sayang
Saturday, March 2, 2013 1 comment(s)

Manusia Butuh Tantangan

"Gue nyerah ham, gue gak mau ngelanjutin lagi. Gue udah males deketin dia lagi."
"Loh, kenapa lo nyerah gitu aja? Lo cowok kan?"
"iya tapi..."

"Justru disitu letak daya tariknya, ketika lo mau dapetin sesuatu yang lo mau, lo harus lewatin banyak tantangan."

Dialog diatas, adalah dialog yang terjadi antara gue dan temen gue. Dia mulai lelah dengan tantangan yang dihadapinya untuk mendapatkan seseorang yang diinginkan.

Mungkin lo sering nemuin kasus dimana manusia mulai "lelah" dengan tantangan-tantangan yang dihadapinya.
Gue sering ngeliat orang yang keinginannya luar biasa, namun "malas" untuk menghadapi tantangan. Bagi gue, he's so unrealistic.
Kenapa? 
Karena untuk mendapatkan yang diinginkan, lewatilah tantangan.

Banyak orang yang menakutkan sebuah tantangan dalam mecapai suatu hal. Namun bagi gue, tantangan adalah jalan.
Ya, jalan. Jalan untuk mencapai sebuah keberhasilan, atau bahkan bisa menjadi jalan untuk mencapai sebuah "kedewasaan".

Akhir-akhir ini, gue doyan main Football Manager, sebuah game yang mengasah otak, mengasah keuletan, kesabaran dan kegantengan gue. Jadi, di game itu gue menjadi seorang manager sebuah klub sepak bola yang tugasnya membangun sebuah tim. Mulai dari jual-beli pemain, melatih pemain, dan mengatur strategi.
Berhubung gue udah lumayan jago, klub gue diisi semua pemain bintang. Klub gue udah keseringan juara.
Tapi apa? Apakah gue senang? Ya.
Apakah gue bahagia? Tidak.

Bahkan bukan kebahagian gue dapatkan. Yang ada malah kebosanan dan kehambaran.
Sebuah rasa hambar yang tidak berarti bagi gue.
Gue udah mendapatkan segalanya, gue udah punya semuanya. Alhasil, gue delete game itu, dan gue ulang dari awal. Gue ulang dari nol lagi. Gue merintis dari "bukan apa-apa" dan "tidak punya apa-apa".

Ketika gue merintis dari awal, ketika tidak memiliki apa-apa, berusaha menjadi "apa-apa", disitulah gue mendapatkan banyak tantangan. Disitulah gue menghadapi banyak tantangan. Dan disitulah gue mendapatkan sebuah rasa kebahagiaan atas pencapaian gue.

Bukan hanya kesenangan, namun kebahagiaan juga yang menghampiri.
Karena kesenangan dan kebahagiaan itu berbeda.
Mungkin kesenangan hanya berlangsung sebentar dan hilang dalam beberapa detik, namun kebahagiaan tak akan hilang ketika diingat dan akan terasa menggelitik.

Disitulah gue merasakan arti sebuah tantangan. Tantangan yang membuat gue mengerti satu hal tentang kebahagiaan. Tantangan yang membuat gue menghargai suatu proses, bukan hasil. Tantangan yang membuat tujuan hidup gue semakin jelas. Tantangan yang membuat hidup gue jauh dari kehambaran.  

Tantangan bukan musuh Manusia. Yang ada, Manusia Butuh Tantangan.
Bagi gue, tantangan adalah kebutuhan manusia dalam kehidupannya.

The last, gue mau quote kata-kata Alitt:  
Pemicu kehambaran hidup terbesar adalah saat kita tak punya lagi tujuan hidup.

  The End
===========================================
READ MORE - Manusia Butuh Tantangan
Sunday, February 10, 2013 1 comment(s)

Australian Jamboree AJ2013 Memories Part I

Gue bingung mau mulai darimana.
Okay, intinya gue akhir-akhir ini ngerasain gimana sulitnya menjadi manusia yang terjebak masa lalu. Atau bahasa gaulnya "manusia gak bisa move-on."
Gue tau kenapa orang-orang di jejaring sosial sering banget bilang "gagal move-on." atau "gue gak bisa move-on." atau yang lebih parah bilang "move-on itu apa ya?"

Hari-hari gue masih terngiang-ngiang (terngiang-ngiang itu apa ya?) oleh sesuatu yang mengganjal. Moment-moment indah yang sulit gue lupakan. Sampai hari ini, tepat satu bulan setelah gue meninggalkan Maryborough.

Semuanya dimulai dari kedatangan.

Setelah menempuh perjalanan 8 jam pesawat Jakarta - Sydney dilanjut 1,5 jam pesawat Sydney - Brisbane dan ditambah 3 jam perjalanan darat Brisbane - Maryborough, seluruh tubuh gue, terutama pantat gue sukses menjadi kaku.

1 Januari 2013. 16.00 waktu Queensland
Kontingen Indonesia tiba di Maryborough.
Kedatangan gue disambut hangat oleh seluruh scout yang sudah tiba sejak awal. Mereka bahkan tidak segan-segan membantu kami mendirikan tenda. Ya mungkin mereka mikir di Indonesia gak ada tenda begituan, jadi gak bisa mendirikannya sendiri.
 Selesai mendirikan tenda, kami briefing sebentar dan langsung istirahat.

Sore pertama di Maryborough, gue langsung jatuh cinta dengan indahnya suasana sore, lembayung senja dan udara Maryborough.

2 Januari 2013. 05.00 waktu Queensland
Pagi itu, gue terbangun dengan suara keras seakan berteriak. Leader membangunkan kami yang terlelap untuk melaksanakan tugas piket. Pagi itu, embun membasahi rerumputan, udara dingin menusuk, matahari belum menunjukkan dirinya.
Gue langsung membantu beberapa leader yang sedang mempersiapkan sarapan. Yang gue inget, pagi itu gue lupa mandi.

08.00 waktu Queensland
Gue mengajak beberapa temen buat keliling campsite. Gak seperti yang dibayangkan, keliling campsite ini butuh waktu yang lama, karena begitu luasnya Maryborough Showground Complex.
Selama keliling ini gue lihat beberapa scouts yang baru datang.

16.00
Sore itu, gue dan Doni disuruh leader untuk ke Main Arena, untuk Opening Ceremony katanya.
Gue, Doni dan Pak Iwan akhirnya ke Main Arena, sore itu. Disitu gue ditugasi untuk membawa bendera merah putih dan Doni membawa papan nama Indonesia. Dan yang asik, disitu gue ketemu cewek cantik.
"Don, pak Iwan mana?"
"gak tau, udah balik aje yuk." kata Doni. Gue pun ikut si Doni ninggalin pak Iwan.

Di tenda, pak Iwan bilang "Kalian tadi kemana? Rugi tadi ninggalin aku. Aku tadi liat cewek-cewek yang nyanyi di panggung tadi itu pada ganti baju. Rugi kalian. Bukan rezekimu. hahaha."
Seketika gue berasa kaki gue gak memijak bumi. Nyesel, men. Hati gue bernafsu untuk banting kepala si Doni pake papan nama yang dia bawa itu. Karena ide dia itu, gue gagal liat cewek ganti baju. Sedih.

17.30
Gue masih terlelap dengan pasrah, hanya dengan kaos oblong. Gue liat temen-temen yang lain udah siap dengan seragamnya. Seketika gue kalap dan langsung buru-buru ganti baju.

18.00
Gue udah siap. Gue dan Doni langsung lari ke Main Arena untuk Opening Ceremony, ternyata udah rame banget. Gue dikasih glowstick gratis. Seneng banget gue. #AkuCintaGratisan

18.30
Acara dimulai. Main Arena dipenuhi cahaya hijau yang mencolok. Pesta kembang api dimulai. Gue membawa bendera Merah Putih.

19.00
Gubernur Queensland berpidato, dilanjutkan acara paduan suara scout Australia dan acara hiburan lainnya. Keren abiss..

20.00
Guest Star mulai naik panggung. Disusul teriakan penonton yang cetar membahana badai. Dialah Timomatic!!!
"Ladies come on say Uhhh Uhhh... Boys Come on say Yeaahh Yeahhh... And everybody SCREAAAAMMMM.."
Kalimat sapaannya disambut riuh penonton. Gila, keren abis.

"Are you ready for tonite? Are you ready for a great nite. Jamboree is gonna be a good nite!"

20.30
Gue ada di barisan paling depan penonton. Gue gak percaya bisa liat muka Timomatic secara langsung.

21.00
Glowstick beberapa kali mengenai kepala gue, sakit men. Glowstick juga beberapa kali mengenai Timomatic. Gue gak mau kalah, gue berniat lempar glowstick. Tapi Tuhan tau niat buruk gue, glowstick keburu pecah di tangan gue. Dan bisa dibayangkan, tangan kanan gue berkilauan warna hijau di tengah kegelapan. Kece abis..

22.00
Timomatic kecapekan, mulai kehabisan nafas. Acara selesai, gue kangen Timomatic.
"And, the biggest question is: Can You Feel It? Jamboree, Can You Feel it?"

22.30
Gue keluar Main Arena, di tengah kegelapan gue lupa jalan pulang. Alhasil gue ngikutin 3 bule cewek yang salah satunya bernama Ashleigh. Gue udah percaya dia hafal jalan. Setelah setengah jam jalan di kegelapan, dia baru bilang "Oh my God, we lost!!!" Seketika gue mau benturin kepala dia ke kakinya Timomatic. Malem itu, gue kesasar.

23.45
Gue tiba di tenda dan langsung kangen sama Timomatic.

Ini dulu ya cerita gue, wait for my other stories.
Jamboree, Can You Feel It?
READ MORE - Australian Jamboree AJ2013 Memories Part I
 
;