Friday, December 19, 2014 0 comment(s)

Desember

Menanti.
Seperti pelangi.

Setia.
Menunggu hujan reda.



Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember.
Dan senyum kamu.
Saturday, December 6, 2014 0 comment(s)
Cinta tidak menyakiti, tapi tentu saat mencintai kita bisa merasakan sakit. Tidak ada kehendak menyakiti dalam cinta, kamu tahu itu.

Aku mencintaimu dengan segala kelemahan dan kedhaifanku. Kau tahu, manusia bisa saja lemah, tapi ia memilih untuk belajar kuat demi yang dicintai. Dan aku, memilih untuk jadi lemah dan bodoh.

Apa yang disatukan Tuhan mustahil dipisahkan manusia. Tapi sebaliknya mudah dan pasti akan terjadi. Semoga Tuhan berkenan menyatukan kita.

Aku menyadari diriku sendiri, siapalah aku yang menginginkanmu untuk diriku sendiri, siapalah aku yang hendak memaksamu tunduk. Kita bukanlah tentang siapa yang lebih superior dari siapa.

Pikiranku disesaki dengan keegoisan. Keegoisan yang sebenarnya tidak berhak ada dan tidak boleh ada. Perasaan-perasaan konyol yang muncul karena rasa ingin memiliki yang terlalu. Aku sadar, aku tak berhak banyak menuntut. Karena aku hanya boleh menuntut kamu untuk bahagia.

Aku ingin kau ada, saat ini, sekarang, dan nanti. Bahagia bersamaku di suatu masa yang masa depan masih terlampau jauh. Memandang matamu yang menembus kebohongan. Juga senyummu yang menyembuhkan kegetiran.
Wednesday, December 3, 2014 0 comment(s)

25 November.

25 November, jadilah hari baik untuk kami. 

Di bawah hujan, 
di atas kursi yang berhadapan, 
kami mengukir doa.

Kami mengucapkan pengharapan,
serta kata-kata yang saling menguatkan.

25 November, semoga tiada tahun tanpa mengenang,
mengenang manisnya hari itu. 
:)

dikutip dari: http://astri-rahmadina.blogspot.com/2014/12/25-november.html

0 comment(s)
selalu memikat.


membunuh saya di tempat.
0 comment(s)
.......dan pandanganku khusus buatmu.
0 comment(s)
pagi memberi selamat melalui sorot matamu.
0 comment(s)
kau tak akan pernah tau betapa mudahnya kau dikagumi.

kau tak akan pernah sadar betapa mudahnya kau dicintai.
 
;